Sumpah Pemuda di Era Globalisasi

Teknologi modern seperti internet, ponsel, televisi atau fasilitas game, bisa berakibat dua macam bagi kehidupan remaja, yaitu positif dan negatif. Sayangnya, bila kita lihat dampak negatif lebih banyak mempengaruhi pemuda indonesia dari pada dampak positifnya.

Pengaruh Positif

Banyaknya teknologi dan segala fasilitas yang ada, ternyata memiliki dampak positif tersendiri bagi kehidupan anak remaja. Berikut adalah beberapa pengaruh teknologi terhadap kehidupan remaja dalam hal yang positif.

  1. Membantu pendidikan

Untuk beberapa teknologi, misalnya internet, memiliki pengaruh yang cukup positif terhadap perkembangan pendidikan remaja. Internet bisa menyuguhkan berbagai informasi pendidikan yang dibutuhkan oleh remaja sekolah.

Contoh lainnya adalah ponsel. Sebagai alat komunikasi, ponsel tentu memiliki dampak positif terhadap pendidikan, karena bisa membuat remaja pelajar berkomunikasi lebih mudah tentang pelajaran dengan teman atau bahkan para guru.

  1. Membantu pergaulan

Dalam kehidupan remaja, pergaulan adalah hal yang cukup penting untuk membangun kepribadiannya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, pergaulan anak remaja bisa semakin meningkat.

Sebut saja ponsel atau jejaring sosial di internet. Dengan adanya dua teknologi itu saja, sosialisasi remaja bisa meningkat dan tentunya berkembang ke arah yang lebih baik.

Pengaruh Negatif

Teknologi manusia memang diciptakan untuk memudahkan kehidupan, termasuk kehidupan remaja. Namun, remaja hanyalah anak muda yang kadang sulit mengontrol diri dan akhirnya terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

Berikut adalah contohnya.

Adanya teknologi hiburan seperti televisi, perlengkapan game, atau internet, bisa membuat remaja lupa waktu untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, misalnya belajar atau beribadah.

Anak remaja adalah anak yang mudah terpengaruh. Ketika dia menyerap suatu informasi, ia mungkin akan menerapkannya. Bagaimana bila informasi tersebut adalah info yang negatif?

Misalnya, banyaknya situs porno di internet, hal ini tentu saja buruk bagi para remaja. Atau acara-acara di televisi yang kadang tak layak ditonton para remaja, misalnya kekerasan, berita kriminal, acara gosip (infotainment), dll.

Teknologi memang bisa memperluas sosialisasi, namun bila tidak digunakan dengan benar, akibatnya malah sebaliknya. Tidak sedikit remaja yang lebih suka mengurung diri di kamar atau menyendiri hanya untuk menikmati suatu teknologi, misalnya internet, ponsel, atau play station yang sangat digemari saat ini.

Barat yang identik dengan liberalisme, sangat bebas dalam berpakaian. Dan karena trend pakaian dunia berkiblat pada bangsa Barat, maka style/cara berpakaian bangsa Barat pun perlahan masuk dalam budaya kita dan berpakaian sangat sexy dengan rok pendek sudah mejadi hal yang lumrah.

Gaya hidup negatif yang dipengaruhi oleh era globalisasi :

 Mewah

      Suatu gaya hidup yang mengedepankan merk dari barang-barang yang dikonsumsinya. Segala sesuatunya haruslah mewah denga harga yang menakjubkan.

Individualistis

      Dulu sosialisasi hanya dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga ataupun mengobrol. Namun dizaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah dengan internet, bahkan kita bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh. Inilah akar dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung. Hal ini akan sangat fatal karena menciptakan seseorang dengan sikap yang tidak memperdulikan orang lain selain dirinya.

Matrealisme

      Suatu paham yang menilai segala sesuatunya dengan materi dan selalu berusaha memperkaya diri dengan materi berlebih. Gaya hidup seperti ini sepatutnya dihindari karena tidak semua barang dapat dinilai secara materi.

Konsumerisme(pembelian atau pemakaian barang berlebihan)

      Konsumerisme merupakan paham atau aliran atau ideologi dimana seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Dan inilah hal yang paling sering terjadi seperti berbelanja pakaian terlalu banyak. Padahal pakaian tersebut tidak semuanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

 Sikap yang Serba Instant

      Era Globalisasi membuat mudah segala sesuatunya. Ingin makan mie, cukup menyeduh mie instant. Ingin makan bubur, cukup menyeduh bubur instant. Ingin makanan dalam waktu singkat, cukup pesan fast food. Serba instant yang hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Namun bukan berarti hal tersebut bagus. Sikap yang serba instant akan mengantarkan pada sifat yang tidak sabaran. Terlebih semua makanan yang instant berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

Malas

      Seiring berkembangnya zaman, masyarakat beralih dari penggunaan Radio menjadi TV atau bahkan Internet. Hiburan yang disajikan begitu mengasyikan dan seru hingga membuat kita menjadi lalai danmalas.Bukan hanya berpengaruh pada kelalaian mengerjakan tugas namun juga dapat menyebabkan lalai dalam beribadah bahkan cenderung malas.

Untuk mengantisipasi dampak negatif di era globalisasi bagi pemuda bangsa indonesia dan keturunan berikutnya :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

 

Globalisasi telah mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan kita. Baik itu sikap, perilaku, bahkan cara kita berbicara. Budaya Indonesia mulai banyak terkikis dan digantikan oleh sikap kebarat-baratan yang kadang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Contohnya adalah hampir punahnya suatu bahasa daerah di Indonesia, dikarenakan yang mengatakan bahasa itu hanya kaum tua saja kaum mudanya sama sekali tidak tertarik mempelajarinya dan mengucapkan bahasa itu.

 

 

 

 

About Anugrah Bintang

SMK Telkom Snadhy Putra Purwokerto (Rekayasa Perangkat Lunak) STT Telkom Purwokerto (S1 Teknik Informatika)

Post Navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *